Laman

Sabtu, 20 Desember 2014

Pendakwah

Syeikh Sa’id Hawwa dalamJundullah Thaqafatan wa Akhlaqan telah menyebutkan empat tanggung jawab yang dipikul oleh setiap individu Muslim.

Empat tanggung jawab itu adalah: pembinaan pribadi Islami; menegakkan aturan Allah di seluruh pelosok bumi; menyatukan kekuasaan politik kaum Muslimin; menuntaskan misi kemanusiaan yaitu khilafatullah fil ardhi—memastikan Islam menjadi soko guru bagi alam semesta. Itulah tugas berat yang harus diemban oleh para pendakwah. Namun sekarang banyak timbul kekeliruan persepsi dalam membedakan pendakwah dan penceramah.
Syeikh al-Bahi al-Khauly dalam Tazkirah ad Du’at menegaskan, “Pendakwah tidak sama dengan penceramah. Penceramah, tugasnya hanya berceramah. Maka pendakwah, individu yang optimis dengan pemikirannya. Tugasnya menyampaikan risalah dakwah dengan penulisan, ucapan, perbuatan, dan segala aktivitas yang diarahkan serta seluruh sarana yang dihadirkan bermanfaat untuk dakwah.”

ANTARA PESAN DAN POPULARITAS
Penceramah hanya akan tampil apabila diberi peluang di atas mimbar. Popularitas, hadirin yang membeludak dan segala aksesorisnya, tentu merupakan daya tarik tersendiri. Sementara, isi ceramah belum tentu menggambarkan hakikat keadaannya yang sebenarnya.
Sebaliknya, ruang lingkup aktivitas para pendakwah tidak terbatas. Di mana ada tempat dan peluang, di situlah risalah Islam akan disampaikan. Mereka sangat menjaga diri dari sanjungan dan popularitas. Sebab, itu akan membelokkan misi dakwahnya. Apa yang terucap di lisan, itulah yang terbit dari hatinya.
Itulah perbedaan antara pendakwah dan penceramah. Penceramah bebas mengucapkan 1001 kata mutiara, walaupun amalan dirinya jauh menyimpang dari apa yang diucapkan. Sementara bagi pendakwah, mereka harus memastikan dirinya benar-benar layak untuk menyampaikan sesuatu pesan Islami dengan merujuk kepada tanggung jawab dirinya sebagai hamba Allah. Firman Allah, “Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebaikan sedang kamu melupakan diri kamu sendiri padahal kamu membaca Kitab. Tidakkah kamu berakal?” (QS Al-Baqarah [2]: 44).
Pesan dakwah yang membekas di hati adalah pesan yang keluar dari pribadi yang lisannya bersandar pada hatinya. Syeikh al-Bahi al-Khauly menegaskan, “Yang terpenting, hubungan antara juru dakwah dan sasaran dakwah adalah terhubung dengan ruh mereka. Bukan dengan seni bicara dan kelancaran tutur katanya.”
Dalam sirah para sahabat terdahulu, mereka hanya membaca beberapa potong ayat Al-Qur'an dan tidak akan menyambung bacaannya kecuali bila pesan di dalam ayat tersebut telah dilaksanakan. Ada riwayat yang dinukil dari Ibnu Umar bahwa ayahnya, Umar al-Khattab ra, mendalami dan mengamalkan surah Al-Baqarah selama 12 tahun. Sayyidina Umar kerap bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, adakah kehidupanku telah mencerminkan surah Al-Baqarah, jika belum maka aku tidak akan melanjutkan ke surah berikutnya.” Begitu juga Ibn Umar, beliau turut berusaha menjadi seorang yang faqih (paham) setiap petikan ayat surah Al-Baqarah selama 8 tahun.
Terdapat hadits riwayat Imam Bukhari yang menceritakan perihal penceramah yang “jauh panggang dari api”, arti hadits tersebut, “Dicampakkan seseorang ke dalam api neraka pada hari kiamat. Maka dia diikat seperti ikatan keledai. Dia berputar-putar seperti keledai mengikut arah ikatan tersebut. Lantas, ahli neraka yang lain mengerumuninya lalu bertanya: Mengapa kamu jadi begini? Bukankah dahulu kamu yang menyeru kami perkara kebaikan dan melarang kami dari perkara kemungkaran? Lalu dijawab: Memang aku yang menyeru kalian agar berbuat perkara kebaikan tapi aku tidak melaksanakannya, dan aku melarang kalian dari melakukan perkara kemungkaran tapi aku yang melaksanakannya.”

Jumat, 12 Desember 2014

Malaikat Mampu Memasuki Alam Mimpi

Syahida.com – Menikahnya Rasulullah dengan Aisyah binti Abu Bakar As-Shidiq, nampaknya telah menjadi satu ketentuan Allah. Rasulullah telah beberapa kali melihat Aisyah, dalam mimpinya. Riwayat ini sebagaimana bunyi hadits yang pernah dituturkan Aisyah, hadits riwayat Aisyah, ia berkata: Rasulullah pernah bersabda, “Tiga malam aku bermimpi melihat kamu. Malaikat datang kepadaku mengantarkanmu dengan sepotong baju sutera seraya berkata: inilah istrimu, ketika aku buka wajahmu, ternyata itu benar-benar kamu. Lalu aku katakan: kalau itu memang datang dari sisi Allah, maka Allah pasti akan menjadikannya kenyataan.”
Sudah barang tentu, mimpi yang dapat dimasuki oleh malaikat adalah mimpi orang-orang yang shalih seizin Allah. Malaikat datang ke dalam mimpi tersebut untuk menyampaikan ilham dan petunjuk yang benar.
Rasulullah juga menyatakan, bahwa dalam beberapa kasus turunnya wahyu, beliau mengalaminya berupa mimpi yang benar, dimana di alam mimpi itulah jibril menyampaikan wahyu Allah. [Syahida.com]
 Sumber : Kitab Jejak Malaikat di Bumi, M Hilal Tri Anwari  
- See more at: http://www.syahida.com/2014/12/11/894/malaikat-mampu-memasuki-alam-mimpi/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#sthash.r7GyLorB.dpuf

Rabu, 10 Desember 2014

wanita

1. "dunia itu perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya, ialah wanita salihah" (HR Muslim) | begitu lisan Rasulullah menyanjung wanita salihah

2. wanita memang tercipta menarik bagi mata lelaki sesuai fitrahnya | Allah hiaskan semua itu berdasar kehendak-Nya sebagai penyempurna

3. karenanya Rasulullah ingatkan lelaki akan bahayanya wanita | yang bisa jadi fitnah terbesar pengantar dosa

4. begitu besarnya pengaruh wanita di kehidupan lelaki | sampai-sampai Rasulullah benar-benar mewanti-wanti

5. karena wanita adalah ibu bagi anak-anaknya | pengajar yang pertama dan pendidik paling utama

6. juga karena wanita adalah penopang bagi suaminya dan pelipur laranya | pengingat suaminya dalam taat dan penguat suaminya dalam takwa

7. tersebab mulianya tugas wanita dalam Islam ini | Allah pilihkan teladan terbaik dari istri Nabi

8. Khadijah binti Khuwailid sang bunda Fatimah Az-Zahra | wanita mulia yang melahirkan wanita yang juga mulia

9. bagi Rasulullah Muhammad, Khadijah adalah ketenangan | bagi Rasulullah Muhammad, Khadijah adalah kebaikan

10. bagi Rasulullah Muhammad, Khadijah itu cinta tanpa banding | bagi Rasulullah Muhammad, Khadijah itu ibu tanpa tanding

11. tersebab ketaatannya dan pelayanannya pada suaminya | ia beroleh sesuatu hal yang teristimewa dari Rabb pencipta semesta

12. Jibril berucap "maka sampaikanlah salam kepadanya dari Rabbnya dan dariku.." | sungguh-sungguh mulia wanita yang memuliakan suaminya

13. "kabarkan ia akan beroleh rumah di dalam surga dari mutiara berongga | tidak ada gaduh di dalamnya dan tidak pula letih" (HR Bukhari)

14. bila wanita salihah sudah ada disisi | maka yang lainnya tinggal dilengkapi

15. seharusnya panutan Muslimah ialah wanita semisal Khadijah | tutur kata lembut dan penuh kesabaran serta akhlak nan indah

16. melayani suami sepenuh hati karena ketaatannya pada Allah | senantiasa mengabdikan diri pada Allah dengan ibadah demi ibadah

17. banyak pintu menuju surganya Allah termasuk juga bagi wanita | sesiapa yang taat pada suaminya "dia bisa masuk dari pintu manapun"

18. duhai, adakah hiasan fana di dunia | yang lebih baik dari wanita salihah?

KISAH PERNIKAHAN LELAKI KAYA DAN TAMPAN


Mencintai seseorang sebelum menikah adalah pilihan. Sedangkan menikahi seseorang –yang dicintai atau belum- adalah keputusan. Keputusan amat penting karena akan dijalani sepanjang hidup. Pun, ketika ada pintu cerai yang berarti mundur dari keputusan awal tuk menikahi, maka hal itu menjadi pintu halal yang amat dibenci Allah Swt.
Lelaki tampan dan kaya itu dengan gagah memasuki kamar pengantinnya. Di dalamnya, sang istri yang baru dinikahinya tengah menunggu malu-malu. Lepas mengetuk pintu dan mengucap salam, terdengarlah jawaban merdu dan ucapan mempersilakan masuk.
Ada getar yang tak tergambar. Ada rasa penasaran yang sama sekali tak terlukiskan sebelumnya. Barangkali, momen gemuruhnya rasa kala itu dirasakan oleh semua orang yang pernah menikah, apalagi mereka yang menikah di jalan dakwah.
Pasalnya, sebagaimana pasangan dakwah lainnya, lelaki itu bahkan belum pernah melihat sosok istrinya secara jelas. Hanya sepintas ketika melirik dalam taaruf tempo hari. Baru pada malam itu jelaslah semuanya.
Lepas disibaknya tirai kamar pengantin, lelaki itu sempat mundur dalam hitungan mili detik. Kaget. Sosok yang dinikahinya adalah wanita gendut, hitam dan sama sekali tak cantik jika menyebut jelek adalah sebuah bentuk pelecehan.
Seperti membaca raut muka suaminya, wanita yang telah sah menjadi istri itu justru berujar, agak mengagetkan, “Ini harta dan kekayaanku,” lanjutnya, “ambillah. Manfaatkan untuk dakwah.” Belum apa-apa, pembicaraan kedua pasangan itu sudah menyangkut harta dan dakwah.
Belum sempat membalas, sang istri sudah melanjutkan, “Aku hanya membutuhkan status pernah menikah,” katanya. Tanpa aling-aling, ia meneruskan, “Pergilah dan sejak sekarang kau boleh langsung menikah dengan wanita lain,” pungkasnya diakhiri dengan helaan nafas panjang yang sempat tertahan beberapa saat sebelumnya.
Cepat menguasai suasana, lelaki kaya nan tampan itu segera mengambil posisi duduk di samping wanita yang telah menjadi pendamping hidupnya itu. Seraya menggenggam tangan sang istri, disertai tatapan dalam ke mata dan hati wanita halalnya itu, sang suami memulai, agak serak, “Setelah ucapan akad nan mengharukan tadi,” maka, lanjutnya, “Aku telah mengambil keputusan untuk menikahimu.” Masih dengan suasana yang sama, lelaki itu mengatakan seraya memungkasi, “Karenanya, aku akan mencintai setulus hatiku karena Allah Swt sebagaimana niatku saat memulai menjalin komunikasi dengamu sebelum menikah.”
Sahabat, ini bukan drama. Bukan pula novel atau cerita fiksi lainnya. Kisah ini fakta adanya. Bahkan, lepas pernikahan dan dialog ‘sengit’ malam itu, keluarga kecil mereka dipenuhi bunga ceria dan semangat untuk berdakwah yang semakin menyala.
Dalam perjalanan masa, ketika usia pernikahan keduanya bertambah dan hadirah banyak anak-anak sebagai salah satu bukti cinta keduanya, orang-orang saling bertanya, apa yang menjadi sebabnya? Mengapa laki-laki tampan dan kaya itu mau dan mampu bertahan lama dengan istrinya yang hitam, gemuk dan (maaf) jelek?
Lalu meluncurlah jawaban nan tulus dari sosok suami yang baik hati itu, “Setelah malam itu, dia melakukan kerja-kerja cinta melebihi apa yang kuharapkan,” ujarnya memuji sang istri. “Karena pesona akhlak itulah,” lanjutnya, “hal-hal fisik sama sekali tak menarik perhatianku.” Belum usai, lelaki ini memungkasi, “Kebaikan budinya membuatnya jauh lebih cantik dibanding urusan wajah, dan sejenisnya.”
Begitulah keputusan. Ia adalah sebentuk kegagahan. Harus diambil, dipupuki, dirawatt, disiangi dan kerja-kerja penumbuhan lainnya. Saat cintamu berhasil menyentuh potensinya, pasanganmu itu akan semakin mekar, berbunga dan berbuah. Semoga. [Pirman]

Kamis, 23 Oktober 2014

ust. Felix Siauw

Kultwit Ust. Felix Siauw

1. remaja, masa dimana bermekaran semua | tidak hanya cita ataupun rasa, tapi juga mulai dihampiri cinta
2. awalnya dekat itu biasa, namun kala remaja berubah jadi getar asmara | segala terasa indah, setiap hari jadi berwarna
3. salahkah cinta sebabkan rasa pada manusia? | tidak pernah sayang, tidak pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa.
4. Allah turunkan cinta bagi manusia sebagai tanda | bahwa kita bisa berkeluarga, mampu lanjutkan keturunan dalam satu bahtera asa
5. maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja
6. Islam mengatur agar tak salah jalan | arahkan manusia yg telah memiliki cinta untuk dikukuhkan dalam ikatan pernikahan
7. pernikahan membuat segala bentuk cinta menjadi halal berpahala dan penuh kenikmatan | sebagai hadiah Allah buat insan
8. namun sebelum pernikahan, semua bentuk cinta dihijab larangan | karena Allah tau yg terbaik bagi manusia yg Dia ciptakan
9. lalu bagaimana dengan remaja? | apakah yg harus dilakukan dengan cinta yang belum seharusnya? karena terhalang sekolah dan cita-cita
10. bagi mereka Islam perintahkan berpuasa | jauhkan diri dari rangsangan fisik semacam memandang, mendekat atau berkhalwat ria
11. Rasul lisankan, "berdua-duaan dengan wanita tanpa disertai oleh mahram si wanita, yg ketiganya adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim)
12. dari sini kita dapatkan hukum berpacaran | bahwa ia adalah interaksi yg dilarang dalam Islam secara mutlak
13. tapi anak muda memang selalu biasa cari alasan | lupa bawa pembenaran itu beda tipis dengan kebenaran
14. pacaran itu penambah semangat belajar | "oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta'ala?"
15. pacaran itu sebuah nada cinta, bukankah Allah Maha Cinta? | "betul, makanya Allah perintahkan nikah, bukan pacaran"
16. pacaran itu penjajakan pra-nikah | "itulah lelaki yg miskin tanggung jawab, 'penjajakan' dahulu, bukan komitmen akad nikah dahulu"
17. pacaran supaya tak beli kucing dalam karung | "banyak yg pacaran lama nikah sejenak saja, dan saya tak pacaran alhamdulillah langgeng"
18. pacaran itu bikin hidup lebih hidup | "iyakah? bukankah dominasi penggalau yg tewas bunuh diri karena berpacaran?"
19. pacaran itu bukan apa-apa kok, kita have some fun aja | "nah akhirnya, inilah perkataan paling jujur tentang pacaran"
20. saya pacaran untuk ajarkan Islam pada pacar | "Islamnya belum tentu sampai, maksiatnya sudah pasti, niat baik harus dikawani cara baik"
21. saya nggak lakukan apapun, tak pegangan tangan, tiada interaksi fisik | "sekalian sempurnakan tak usah pacaran lebih ok"
22. kaum lelaki, coba pikirkan, bila anda benar sayang padanya, tentu tak ingin kulitnya disentuh api neraka dengan maksiat pacaran bukan?
23. kaum lelaki, coba pikirkan, andaikan anda benar sayang padanya, tentu tak akan korbankan masa depannya dengan maksiat pacaran bukan?
24. kaum wanita, coba pikirkan, andaikan telah berani maksiat bahkan sebelum menikah, apa yang menjamin taatnya setelah menikah?
25. kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?
26. bagi remaja, cukuplah interaksi lelaki-wanita saat syariat bolehkan, tegur sapa secukupnya, tiada lebih daripada itu
27. bagi remaja, jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya
28. bagi remaja, bila belum sanggup menikah, maka cinta harus ditangguh | 

Pacaran? udah putusin aja...

Rabu, 15 Oktober 2014

cinta

01. #cinta memang kata menarik, tak habis dibedah kata, tak lekang dimakan masa - tak dapat dijangkau mata walau adanya nyata

02. namun dangkal kiranya bila #cinta hanya dianggap urusan fisik, sempit rasanya bila #cinta dimaknai hanya pacaran

03. bila #cinta hanya menyatunya fisik, maka semua hewan pun mampu bercinta, bila #cinta hanya pegangan tangan, aduhai sempitnya #cinta

04. bukan #cinta apabila hanya pentingkan ego pribadi dengan manfaatkan lawan jenis untuk memenuhi syahwat kita

05. bukan #cinta apabila biarkan yang kita cintai melawan Dzat yang menciptakannya dan menciptakan kita, maksiat namanya

06. #cinta itu memikirkan yang dicintai, bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti

07. #cinta itu berserius dan bersungguh-sungguh, #cinta itu memberikan bukan meminta

08. Allah hiaskan pada diri kita #cinta agar kita dapat tulus menyayangi sesama, memanusiakan manusia dan menyatukannya dalam ukhuwah

09. Allah pun berikan pada kita #cinta untuk saling melengkapi, mengutuhkan diri kita sebagai makhluk Allah

10. sejak awal dunia, #cinta telah berperan, dimulai dari ketiadaan, ruang kosong tanpa waktu, Allah berkehendak jadikan kita dgn #cinta-Nya

11. ditiupkan ruh-Nya kepada kita agar menjadi bagian dari kita #cinta-Nya itu, dan karena itu terizinkan kita mengecap nikmat dunia

12. tengoklah #cinta yang sering terlupakan sampai kubur mengaga dan kafan terbentang, padahal #cinta itu hadir sebelum kita lahir

13. semua diawali oleh janji suci penuh #cinta yang megikatkan diri kita pada rahim (cinta) bunda terkasih, bertumbuh dan menanti

14. ayah terus menanti kita, kesibukannya sering terusik dengan tanya "apa anakku baik2 saja?, segala persiapan digiatkan, uang ditumpuk

15. seringkali di tempat kerja ayah mengikat perutnya, rela tak penuhi hajatnya hanya karena "ini lebih baik disimpan untuk si kecil nanti"

16. bunda yang tak pernah menghitung jasanya, bertambah berat tubuhnya setiap waktu, sementara kita bertambah ringan perhatian padanya

17. walau perutnya tak ajeg dan badannya tak nyaman, namun pikirnya mantap, bacaannya "bagaimana mempersiapkan kedatangan bayi?"

18. dalam mualnya dia bersedekah dengan zikir, memaksa makanan masuk ke perut walau ia tak suka, beginilah #cinta

19. saat hendak bersalin, tegang diri bunda saat terbersit ia dipanggil Allah hingga tak sempat lagi menemani dewasa anaknya

20. cemas bercampur senang, harap berkelindan dengan resah, doa dipanjatkan, sakit tak berbilang membuncah, semua karena #cinta

21. ayah kita yang biasanya kiat pun tak mampu menahan melihat bunda yang menahan sakit, berjudi dengan nyawa diujung derita, semua #cinta

22. ayah berucap "jikalau bisa raga mengganti sakit, biarlah kami yang merasakannya ya Allah!", namun bunda lebih rela menanggungnya

23. saat bunda hampir kehilangan harap, dan ayah di batas asa, teriakan kita membalik semua sakit jadi tawa, hanya #cinta yg mampu begini

24. masih berlumuran darah, bunda menatap wajah kita dengan senyuman yang paling indah, seolah dia wanita paling bahagia di seluruh semesta

25. lupa sudah sakit, hilang sudah cemas, ayah kita menghambur memeluk, hanyut dalam tangis layaknya bocah, inilah #cinta

26. entah darimana tenaga bunda, yang tadi terkuras dengan teriakan dan tangisan, nyatanya dia tak mau melepaskanmu, ditimang-timang sayang

27. saat balita, entah berapa kali bunda harus bangun, tak pernah penuh lagi rehatnya sejak hari itu, namun semua dia lakukan dengan #cinta

28. kali ini bunda terbangun karena pipis, senandungnya mengiringi kembali tidur kita, tak lama kita bangunkan bunda kembali, kali ini lapar

29. tak sekalipun ia menyebut semua ini, walau saat kita menyakitinya, mengingat hal ini sungguh menghancurkan hatinya

30. saat dewasa, bunda dengarkan semua keluhan dan makian kita, berlagak bodoh demi harga diri anaknya, membela kita tanpa kita ketahui

31. sering dia menyebut kita membanggakan kita dihadapan teman2nya, menyebut kebaikan kita dan menutup rapat durhaka kita

32. suara bentakan kita dibalas dengan nasehat yang tulus, diajarkannya semua hal tentang dunia kepada kita, terkadang bersenandung

33. saat malam kita tertidur pulas, bunda tidak, dia mengangkat tangannya berdoa pada Tuhannya dalam shalat malamnya, yg tak pernah kita tau

34. sampai detik inipun ia masih berdoa.. ”Allah, jadikan putra-putriku sedap dipandang mata, berikanlah mereka hati lembut dan keshalihan”

35. kala kita membentak, bunda hanya bisa menangis, sakit. namun esoknya dia kembali memasak, tersenyum pada kita seolah tak terjadi apapun

36. mari kita putar balik memori kita, tulisnya #cinta yang diberikan ayah-bunda, apakah kita menghargainya? atau bahkan ingat pun tidak?

37. pernahkah kita memberikan hadiah, sekedar sekuntum bunga atau selirik ucapan "terimakasih bunda?" bersujud simpuh dihadapannya?

38. ataukah bunga pertama yang ingin kita berikan padanya tatkala tubuhnya terbaring kaku dan jiwanya telah kembali?

39. ataukah bangga kita padanya baru terucap saat yangan tak tergenggam lagi dan mata tak bertemu selama-lamanya?

40. dalam doa selesai shalat kita, berapa banyak kita menyebut ayah-bunda, ataukah nama yg lebih sering disebut adl pacar? naudzubillah!

41. tengoklah pula Rasulullah saw, yang dengan #cinta dia menyebut kita "ummati, ummati, ummati" mengkhawatirkan kita di ujung maut

42. tak habis siksaan dialami Rasulullah demi ummatnya, lepmparan batu, guyuran kotoran ternak dan pukulan, adalah bukti #cinta Rasulullah

43. #cinta Muhammad pada ummatnya tak lekang waktu, saksikanlah kami bershalawat untuknya duhai Allah, sampaikanlah padanya, kekasih kami

44. #cinta Allah, Rasul-Nya, dan kedua orangtua kita, sungguh mereka telah mendahului memberi #cinta pada kita

45. itulah manusia #cinta didepan mata terbutakan nafsu sesaat, yang disalahartikan sebagai cinta

46. kita lebih cenderung pada ramai kata dunia dibanding keputusan Allah dan Rasulnya, mendurhakai pencipta #cinta atas nama #cinta

47, mungkin tak kita ketahui tanpa sadar bahwa kita telah masuk dalam jebakan yahudi dan nasrani, ditelikung dari titik buta tanpa sadar

48. mereka tau bahwa pemuda adalah tumpuan umat Islam, yang paling peka terhadap cinta, menghancurkan mereka berarti menghancurkan Islam

49. mereka kenalkan kita budaya hedonis, bertuhankan syahwat dan kepuasan nafsu fisik belaka, mereka bungkus dengan kata #cinta

50. laksana racun berbungkus madu, paras #cinta dunia elok berdadandan menutupi kebusukan aqidah, siap membunuh siapa saja yang menelannya

51. jangan kau nodai nama #cinta dengan mengatasnamakannya atas pekerjaan nafsu. Karena #cinta jauh berbeda dengan nafsu

52. #cinta tak akan pernah menginginkan yang dicintai menjadi sengsara dan susah, dan menumpuk kesenangan berdasar ke-egoisan

53. jangan katakan #cinta apabila ia tau perbuatannya akan mengantarkan yang dicintainya pada api neraka sementara ia tetap melakukannya

54. bukan #cinta bila lebih mementingkan ajaran lain selain ajaran nabi Muhammad saw

55. ya Allah, sungguh banyak salah dan khilaf kami pada-Mu. kami tau api neraka itu panas, tetap saja kami melakukan yang dilarang oleh-Mu

56. sungguh lemah kami dari mencinta secara sejati, sungguh pintar kami membuat topeng #cinta untuk syahwat kami

57. karuniakanlah kami #cinta sejati, al-hubbu fillah.. cinta karena Dzat-Mu duhai Allah, pemberi ketentraman hati

58. karuniakan kami keberanian bertemu karena Engkau dan berpisah karena Engkau, duhai Allah Dzat yang menyatukan dan menceraikan

59. karuniakan kami #cinta sejati yang dengannya kami lebih mencintai-Mu, Rasul-Mu dan jihad di jalan-Mu dibanding barang fana apapun

60. Allahuakbar, Masyaa Allah, dan wafatkan kami dalam keadaan berdakwah di jalan-Mu sebagaimana Rasul-Mu

follow @felixsiauw on twitter for more.. :)

Syair Syafi'i Tentang Merantau


ما في المقامِ لذي عقلٍ وذي أدبِ مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِبِ
سافر تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ وَانْصِبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ
إني رأيتُ وقوفَ الماء يفسدهُ إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
والأسدُ لولا فراقُ الأرض ما افترست
والسَّهمُ لولا فراقُ القوسِ لم يُصِبِ
والشمس لو وقفت في الفلكِ دائمة ً لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنَ عَرَبِ
والتَّبْرَ كالتُّرْبَ مُلْقَىً في أَمَاكِنِهِ والعودُ في أرضه نوعً من الحطب
فإن تغرَّب هذا عزَّ مطلبهُ وإنْ تَغَرَّبَ ذَاكَ عَزَّ كالذَّهَبِ

01. tidaklah berdiam di tempatnya orang2 berakal dan beradab, dari rehatnya dia berpisah dan dari negerinya dia mengasingkan diri

02. berpergianlah, akan kau temukan pengganti yang telah engkau tinggalkan, berusahalah, sungguh kenikmatan hidup ada pada kerasnya usaha

03. sungguh aku melihat diamnya air merusakkannya, bila bergerak ia jernih, bila tak mengalir maka ia tak menyehatkan

04. dan singa yang tak tinggalkan sarangnya takkan memangsa, dan panah yang tak terlepas dari busurnya takkan mengena

05. dan matahari yang bertetap pada peredarannya, tentu akan menjemukan manusia, baik dari ajam maupun arab

06. dan biji emas tak ada bedanya dengan biji tanah saat tercampur di tempatnya, kayu gaharu terserak di tanah pun serupa dengan kayu bakar

07. bila kau pisahkan biji emas dari tanah, maka mulia dia dan dicari, bila kau pisahkan kayu gaharu dari kayu bakar, ia akan seharga emas

08. barusan sy twet adl syairnya imam syafi'i tentang hijrah dan rihlah, merantau dari kampung halaman bila jumud dan ingin kemajuan

09. bagi laki-laki, sepantasnya mereka menimba ilmu dengan serius, berpisah dari tanah kelahiran sehingga dapat berguna

10. imam syafi'i sendiri bepergian dalam jumlah yg banyak, belajar bahasa arab sama bani hudzail selama 16 tahun, padahal beliau org arab

11. kunci yang diberikan imam syafi'i dalam syair tadi adl jangan henti bergerak, karena ciri kebaikan, kejernihan dan ciri hidup adl gerak

12. imam syafi'i juga berpesan jangan berpuas diri, tinggalkan comfort zone untuk mendapatkan ganti yang lebih baik, terus dan terus

13. terakhir dlm syair ini, imam syafi'i juga berpesan, bahwa seorang yang baik harus dipisahkan sama yg kurang baik, maka dia akan berharga

14. subhanallah, saat menulis MAF1453, sy menemukan bahwa ulama2 dan panglima2 serta ksatria2 Islam menggemari sastra dan syair, kita? :)

15. insya Allah sy akan twet syair2 lain dari pujangga dan ulama serta ksatria2 Islam kedepannya, semoga Allah memberi manfaat padanya :)

follow @felixsiauw on twitter for more..